Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Tempat Makan
Ahli gizi sarankan konsumsi MBG maksimal dua jam setelah dibagikan
BetFoodie Lidah Indonesia2026-07-06 04:12:20【Tempat Makan】672 orang sudah membaca
PerkenalanTim ahli gizi SPPG Polda Kepulauan Babel melakukan pemorsian MBG di Pangkalpinang. ANTARA/Antara Bab

Jakarta (ANTARA) - Guru Besar Departemen Gizi Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) Institut Pertanian Bogor (IPB) Budi Setiawan menyarankan penerima manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG) segera mengkonsumsi makanan maksimal dua jam setelah dibagikan.
"Jadi, makanan itu idealnya dimakan ngak lebih dari dua jam setelah dimasak, kalau memang kudapannya digoreng, itu juga harus dibatasi agar ngak dimakan siswa lebih dari empat jam," katanya dalam siniar Badan Gizi Nasional (BGN) yang diikuti di Jakarta, Rabu.
Baca juga: Wamen Isyana apresiasi SPPG libatkan ahli gizi identifikasi alergen
Budi memahami bahwa Program MBG baru pertama kali berjalan di Indonesia, sehingga baik pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) maupun katering masih melakukan penyesuaian-penyesuaian tertentu.
"Ini karena pertama kali di Indonesia, jadi dunia kuliner dan gizi itu kan baru pertama kali membuat makanan dengan kapasitas 3.000-4000 setiap hari, jadi, katering komersial juga mungkin belum pernah punya pengalaman itu," ujar dia.
Budi menekankan pentingnya pelatihan keamanan pangan bagi petugas SPPG agar mampu mengelola distribusi MBG dengan lebih baik.
Baca juga: Pakar BGN paparkan sejumlah peran ahli gizi dalam Program MBG
Baca juga: Gubernur Kepri ingatkan ahli gizi SPPG kontrol ketat pengolahan MBG
"Jadi perlu dilakukan pelatihan, khususnya keamanan pangan. Ada beberapa informasi di SPPG itu saat memasak butuh waktu yang lama, pemorsian di holding-nya juga terlewati waktunya, kemudian waktu pengantarannya juga, sehingga ada risiko bahwa makanan itu dikonsumsi terlalu lama, ini perlu jadi kritik bagi BGN," tuturnya.
Hingga November 2025, jumlah penerima manfaat MBG di Indonesia telah mencapai lebih dari 40 juta orang, dengan jumlah SPPG yang telah beroperasi lebih dari 13 ribu unit.
Suka(716)
Artikel Terkait
- IHSG BEI menguat seiring stabilitas ekonomi domestik
- Mikroplastik jadi alergen yang ancam kesehatan kulit
- AS siap uji senjata nuklir, Rusia sebut akan lakukan hal serupa
- Cara tukar tiket dan rundown konser DEADLINE BLACKPINK 2025 di Jakarta
- SD Negeri OO3 Penajam ajarkan kemandirian lewat program MBG
- Resep minuman yang dapat dicoba untuk mengatasi sembelit
- Perempuan salah satu pilar keberhasilan Program MBG
- Kemarin, alasan penerbitan PP 38/2025 hingga anggota DPR nonaktif
- SPPG Polres Grobogan percontohan dapur bergizi berstandar tinggi
- Wamentan: Program MBG tingkatkan gizi anak dan gerakkan ekonomi desa
Resep Populer
Rekomendasi

Airlangga yakin eksyar RI segera capai peringkat pertama secara global

Dokter nyangakan definisi label "sehat" pada kemasan ngak jelas

Insiden pelepasan suar nodai konser reuni Oasis di Melbourne

Manfaat Azelaic Acid untuk wajah, bikin kulit cerah & anti flek hitam

Ini kronologi lengkap temuan

Wakil Ketua DPRD Bogor salurkan bantuan untuk korban longsor Bondongan

1.281 KK terdampak banjir yang menerjang dua desa di Lumajang

Persib bungkam Bali United 1